Jumat, 06 Februari 2015

Sifatmu Bisa Menarik, Ketika....................

BUKU....

Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca punya mood baik yang tinggi.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca kau temani saat presentasi.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca benar-benar membutuhkanmu atas dasar tekanan tugas eksklusif.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca sedang menyelesaikan risetnya.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca kekurangan bahan untuk diajarkan.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca sedang dihadapkan sin cos tan.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca sedang sibuk membicarakan isimu alias booming.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca mulai kehabisan aktivitas dan tidak ada yang lain kecuali kamu, iya kamu.
Sifatmu bisa menarik, ketika para pembaca sedang tidak punya kawan untuk mengajak dan diajak piknik.

Dengan bermacam alasan mengapa kamu bisa menarik, semoga manusia-manusia Indonesia punya waktu asasi untukmu, dalam keseharian. Dan mengubah judul anekdot ini menjadi "Sifatmu SELALU Menarik, Ketika Kondisi Apapun".

Rabu, 31 Desember 2014

Tidak Perlu Pakai Judul

Sebenarnya Allah sudah kasih signal. Tsunami datang pada Desember. Musibah pesawat Air Asia pun Desember. Kemudian, apa yang menjadikan kita tidak peka dengan signal-Nya? Bagaimana cara kita menghadapi akhir Desember seperti hal nya tahun-tahun Masehi sebelumnya? Wahai saudaraku, Allah tidak menginginkan kita menjadi manusia mengekor. Yang mengangguk ketika ditarik ulur, tergeletak, tenggelam ke dalam suasana “mereka” yang sudah diatur sedemikian rapinya, sehingga "mereka" bebas merusak jalan kita untuk benar-benar berislam. Tetaplah menjadi sosok muslimin muslimah sejati, yang tidak terbawa arus sana sini. Karena aqidah bukan bantal yang siap dipeluk ketika kantuk datang, tapi dia adalah kekokohan kita yang selalu dan harus kita peluk erat-erat. Satu tahun bukanlah waktu yang sedikit. Sudahkah bertambah kepedulian kita terhadap sesama? Apakah bertambah kebaikan pada diri kita? Apakah semakin menggigit ibadah kita? Apakah yang kita lakukan selama hidup mengundang murka atau ridho-Nya? Cukup. Cukuplah sampai saat ini hanya memasang mata dan telinga, namun tidak dengan memasang hati. Aku harap, kita sama-sama memasang hati, bermuhasabah diri. Oke, suara gemuruh petasan sudah memudar. Mari tidur. Jangan lupa lantunkan do’a, semoga kita menjadi manusia yang tidak merugi dan bertambah kebaikan pada diri kita. Aamiin. Salam. *NR*

Selasa, 30 Desember 2014

Tenang, Aku Gak Alay Kok


Kata teman saya, siapa sih Burhanuddin Rabbani?
Kata teman saya, kok nama profilmu Burhanudddin Rabbani sih?
Kata teman saya, kenapa kok bisa pake nama Burhanuddin Rabbani?
Kata teman saya, kok gak pake nama asli saja?
Dan… kata teman saya masih banyak kok.. kok.. kok.. kok.. lainnya..

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Siapa sebenarnya Burhanuddin Rabbani? Siapanya saya sih dia? Ecieeeee #halah.

Dulu, saya sempat bertanya-tanya. Jika saya………………… rahasia~ baca dulu percakapan di bawah ini:

Saya: “Pak, kalau saya dilahirkan menjadi anak laki-laki, siapa nama lengkap saya? (dalam bahasa Jawa).”
Bapak: (pasti kalian sudah menebaknya :D )

Itulah asal-usul Saya menamai akun ini dengan Burhanuddin Rabbani.

Sebetulnya, saya pengen ganti usernamenya. Tapi gak tau caranya. Udah otak-atik google+ tapi gak nemu-nemu. Ngotak atik blog juga gak nemu-nemu. Ada yang punya solusi? Masalahnya, kasian blog saya, semacam kehilangan identitas. Atau bahkan pemilik blog ini bisa dibully “4L@Y” gara-gara menampilkan nama lain di blog ini. T.T

Sekian post ini saya sampaikan. Mungkin kalian bingung sendiri dengan postingan saya hari ini. Sebenarnya saya ini curhat atau ujung-ujungnya nanya sih? Yaaa dua-duanya siiih wkwkw :D

Mohon maaf apabila post hari ini tidak bermanfaat. Hihihihi.. lagi pengen intermezzo aja..

Senin, 29 Desember 2014

Seratus Satu Tahun Lalu ^_^



Assalamualaikum Wr Wb

Apa kabar saudaraku sekalian? Daku mendoakan, kamu selamat sejahtera~~~
Sip. Dijawab yaa salamnya, walaupun dari hati :D

                Tahun lalu, 2013, saya berbahagia sekali dengan kelancaran terselenggaranya “Konser Musik Mulut 101 Cinta Dari Jogja” dan bisa sedikit berkontribusi bagian ticketing (registrasi penonton). Tepat setahun lalu, yup, 29 Desember. Momen yang diselenggarakan oleh sm@rtsyuhada dan ANN (Asosiasi Nasyid Nusantara) ini mengesankan sekaligus mengharukan bagi saya. Lokasinya di TBY (Taman Budaya Yogyakarta), gedungnya anak muda. Gedung yang biasanya dipakai untuk pertunjukan berbagai seni dan budaya oleh para budayawan budayawati serta pemuda Jogja. Entah dari komunitas, organisasi, sekolah atau lembaga tertentu.
                Memang acara ini juga acara seni. Namanya juga Konser Musik Mulut. Tapi, acara ini berbeda dari biasanya. Poin yang membuat para pemuda tersentuh adalah menyisipkan nilai-nilai islam dan kebangsaan pada pertengahan konser ini. Bagaimana tidak? Panitia mengemas konser ini semenarik mungkin, sehingga bisa membawa masa yang cukup massif. Memang dilihat dari nama konsernya sudah terkesan gaul. Gaul yang dimaksud bukan sembarang gaul. Namun, gaul yang punya khas, gaul yang punya pesan dan kesan untuk kaum muda sendiri.
                Setelah penonton registrasi dan masuk ke ruang pertunjukan, mereka disuguhi lagu-lagu kebangsaan. Salah satunya adalah Indonesia Pusaka. Bukan hanya itu, disuguhkan pula drama kisah sosok pemuda yang ingin meraih mimpinya agar berkontribusi untuk bangsa. Sebagian panitia juga berlari dari tribun atas sampai tribun bawah sambil mengibarkan bendera merah putih.
                Selain itu, lagu-lagu yang dibawakan tanpa menggunakan alat musik satu pun, full musik dari mulut. Juga lagu yang ditampilkan bukan lagu galau, namun lagu islami. Lagu galau sih ada, tapi isinya galau sebagai hamba terhadap Allah, Rabb semesta alam, tsaaaah. Ada juga lagu untuk Ayah dengan pelantun asli oleh Ada Band dan Gita Gutawa (iya gak sih?). Hal utama yang ditampilkan pada konser ini adalah Acapela (music mulut) yang dibawakan oleh 101 pelajar Jogjaaaa. Kayak apa sih acapelanya? Lihat yuk video berikut ini :D

                                        


Minggu, 28 Desember 2014

Yang Muda Yang Tak Hura-Hura



                 Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaaatuh~~
       Kembali menemani laptop, kembali mengetik, kembali menebar manfaat meskipun hanya lewat tulisan. Tulisan yang sederhana.
                        Tulisan ini ingin saya tujukan kepada seluruh teman-teman yang mulai sebelumnya atau detik ini hingga seterusnya tetap bersahabat untuk berbuat baik. Aamiin.
        Yang Muda Yang Mendunia. Wusss mendunia. Mengampus aja belum tentu kok mendunia. Wkwkw. Bukan, bukan begitu ya. Muda mendunia bukan berarti jadi anak gaul yang setiap harinya kudu update status, nge-tweet, nge-pm atau ngeksis upload foto di medsos.
                
                Cap Cusss…
                        Ketika kita sedang dihantui oleh iming-iming dunia yang tak kunjung habisnya, sampai ajal menjemput kita. Maka, kita sebenarnya mendapatkan apa sih setelah memasuki fase kehidupan kekal? Sadarlah, bahwa semua iming-iming itu tidak ada apa-apanya bahkan bisa tekor dosa pada masa permanen itu. Ya, akhirat. Sulit memang untuk menghindarkan diri dari hal-hal “menyenangkan” dan istiqomah dalam kebaikan. Apalagi di saat usia kita yang “katanya” cocok buat hore-hore ria, menyisihkan waktu nongkrong sepuasnya, menjajakkan kiriman orang tua dengan memburu kuliner sana-sini atau bahkan agenda rutin malam minggu, adalah berkholwat (berduaan). Astaghfirullah.
                        Padahal Nabi SAW bersabda "Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
1.         Pemimpin yang adil, 
2.         Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),
3.         Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya),
4.         Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5.         Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut kepada Allah",
6.         Seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan
7.         Seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya." (HR Bukhari)

        Wuih tjakep! Teman-teman pasti faham dengan maksud saya. Yaps benar, nomor dua memang greget abisss. “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)”. Golongan ini memang sangat spesial. Di zaman penuh jahiliyah, terdapat pemuda yang spesial, alias limited edition. Spesial akhlaqnya, spesial kecintaannya terhadap Allah, spesial tidak pernah lelah dalam memperjuangkan kebenaran. Di mana sosok pemuda yang dihadapkan dengan dua pilihan, kebathilan atau kebaikan. Maka, dia memilih kebaikan. Pemuda seperti ini PASTI mendapatkan naungan dari Allah.

        Bukankah Allah sudah wanti-wanti terhadap setiap apa akan menimpa hamba-Nya?  Seperti gunung berapi yang tak berhenti memberi “tanda” kepada seluruh penduduk sekitarnya dan mengabarkan bahwa saat itu gunung memiliki berbagai status. Awas, waspada, atau aman? Sebagai penduduk yang “takut” akan “akibat” setelah gunung berstatus awas, selayaknya reaksi penduduk adalah pergi dan mencari tempat ngungsi yang lokasinya jauh dari gunung berapi = jauh dari lahar yang bisa melenyapkan penduduk. Atau justru ada yang tenang-tenang saja kalau gunung itu akan meletus?

        Sama hal nya dengan perumpamaan di atas. Kita sebagai umat islam yang berpedoman dengan Al-Qur’an, tentu pernah mendapatkan ayat-ayat yang isinya pengingat. Atau justru kabar gembira. Kita tinggal pilih. Mau memilih ayat yang berisi janji kabar gembira atau ayat peringatan (siksaan di akhirat kelak).

Buktikan! Bahwa kita adalah pemuda yang enggak mainstream (spesial di mata Allah) ^^








Sabtu, 27 Desember 2014

Danang Sang Pembuat Jejak #4

            Yup. Postingan hari ini mungkin sedikit berbeda dari biasanya. Mungkin kalian sudah pernah melihat video ini. Entah ketika SMA mungkin? Yang sering memaparkan video motivasi ketika menjelang Ujian Akhir Nasional. Atau bahkan kalian sudah bosan dengan video ini? Entahlah :D

            Namanya Danang, asli Bantul, DIY. Beliau adalah sang pembuat jejak. Mimpi-mimpinya Ia tulis di kertas kemudian ditempel di dinding kamarnya. Satu per satu mimpinya TERWUJUD! Berapa mimpi yang sudah Ia capai? Ada 100! Percaya tidak? Terus apa lagi nih yang bikin wow dari video ini? Gak seru kalo udah diceritain. Makanya, yuk, simak video 
ini! J                                                                                                  

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

Jumat, 26 Desember 2014

UNTUKMU, CALON AGEN PERUBAHAN


Tulisan ini saya dedikasikan untuk saudara yang gila perubahan (dalam kebaikan), yang bersemangat dalam menegakkan kebenaran dan yang ingin menjadi agen perubahan.

A.  Mari Menjadi Seorang Muslim Yang Kaya
Kaya yang saya maksudkan disini adalah sebuah arti secara denotasi yaitu kekayaan harta yang sebenarnya. Saya berani berusaha dan berdoa banyak agar Allah perkenankan masa depan seperti ini bagi saya, karena Rasulullah pun berdoa demikian,  Dari Abdullah bin Mas’ud ra. bahwa Rasulullah berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, iffah (menjaga diri dari perkara haram), dan kekayaan.” (HR. Muslim: 4898, At-Tirmidzi: 3411 dan Ibnu Majah: 3822).
            Pernahkah suatu hari Anda berjalan di sebuah pasar, kemudian disana Anda melihat banyak sekali orang jompo yang masih mengurusi sayuran untuk dijual? Lalu tiba-tiba hati Anda terasa miris? Ingin sekali berharap, seandainya mempunyai uang yang banyak, saya pasti bersedia membeli semua dagangan mereka.
Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk menjadi orang kaya, lihatlah begitu banyak para sahabat di sekeliling beliau yang berlomba-lomba menjadi kaya untuk mampu menjadi penderma terbanyak untuk agama.

B.    Para Miliuner di sekitar Rasulullah

Ketika Abu Bakar ra. berkeinginan membebaskan Bilal ra. dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mmematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar ra. langsung menebusnya.

Untuk diketahui 1 uqiyah emas senilai 31,7475 gr gram emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Jika harga 1 dinar emas sekarang adalah sebesar Rp. 2.370.000, berarti dana yang dikelurkan Abu Bakar ra. adalah sebesar Rp. 157.842.000,- (9 x 7,4 x Rp.2.370.000).
 
Para Milyuner di sekitar Rasulullah Beberapa Sahabat Rasulullah, berdasarkan catatan sejarah yang di-indikasikan sebagai Konglomerat, antara lain :
1. Abu Bakar ra. Ibnu Umar ra mengatakan diawal keislaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 Dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 Dirham Perak saat ini adalah Rp. 67.500, itu artinya yang dibayar oleh beliau setara dengan Rp 2,7 Miliar.
2. Umar bin Khaththab ra.
Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar ra. telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan Rp. 284,4 Milyar (dinar) atau Rp. 8,1 Milyar (dirham).
3. Utsman bin Affan ra.
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.
Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).
4. Abdullah ibnu Mas’ud ra.
Menurut Zurr bin Hubaisy Al-Kufi, Ibnu Mas’ud ra. ketika meninggal dunia mewariskan harta senilai 70.000 dirham, atau saat ini senilai Rp. 4,725 milyar.
5. Sa’ad bin Abi Waqqash ra.
Menurut Aisyah binti Sa’ad, ketika Sa’ad bin Abi Waqqash ra. meninggal dunia, beliau mewariskan 250.000 dirham, atau pada saat ini senilai Rp. 16,875 Milyar.
Masih banyak tokoh lainnya. 



            Mencegah orang lain berbuat mungkar, terkadang juga memerlukan dana yang cukup besar, namun balasannya adalah memperoleh rahmat dari ALLAH.
Allah Ta’ala berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah (9) ayat 71).

Membantu orang yang berjuang di jalan Allah, diperlukan dana yang tidak sedikit, namun balasannya juga sangat luar biasa.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda :
نْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Barangsiapa menyiapkan bekal bagi seorang mujahid di jalan Allah sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa menjaga keluarga yang ditinggalkan seorang mujahid maka sungguh ia telah berjihad” (HR.Muslim : 12/425).

Sebagai penutup:
Seorang muslim diperbolehkan bercita-cita menjadi orang kaya dengan niat untuk memperkuat agamanya.
Jadilah orang kaya yang banyak berkontribusi untuk sesame dan agama ^^
Jadilah pelopor kebaikan lewat hasil keringat kita sendiri^^
Jadilah agen perubahan dalam kemuliaan^^

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. Apabila terjadi kekeliruan dalam kepenulisan, revisinya saya tunggu hehehe…

Nuun Wal Qolamin Wamaa Yasthuruun. Billaahi fii sabilil haq, fastabiqul khoirot. Wassalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh…