Rabu, 31 Desember 2014
Posts by : Admin
Tidak Perlu Pakai Judul
Sebenarnya Allah sudah kasih signal. Tsunami datang pada Desember.
Musibah pesawat Air Asia pun Desember. Kemudian, apa yang menjadikan
kita tidak peka dengan signal-Nya? Bagaimana cara kita menghadapi akhir
Desember seperti hal nya tahun-tahun Masehi sebelumnya? Wahai saudaraku,
Allah tidak menginginkan kita menjadi manusia mengekor. Yang mengangguk
ketika ditarik ulur, tergeletak, tenggelam ke dalam suasana “mereka”
yang sudah diatur sedemikian rapinya, sehingga "mereka" bebas merusak
jalan kita untuk benar-benar berislam. Tetaplah menjadi sosok muslimin
muslimah sejati, yang tidak terbawa arus sana sini. Karena aqidah bukan
bantal yang siap dipeluk ketika kantuk datang, tapi dia adalah kekokohan
kita yang selalu dan harus kita peluk erat-erat. Satu tahun bukanlah
waktu yang sedikit. Sudahkah bertambah kepedulian kita terhadap sesama?
Apakah bertambah kebaikan pada diri kita? Apakah semakin menggigit
ibadah kita? Apakah yang kita lakukan selama hidup mengundang murka atau
ridho-Nya? Cukup. Cukuplah sampai saat ini hanya memasang mata dan
telinga, namun tidak dengan memasang hati. Aku harap, kita sama-sama
memasang hati, bermuhasabah diri. Oke, suara gemuruh petasan sudah
memudar. Mari tidur. Jangan lupa lantunkan do’a, semoga kita menjadi
manusia yang tidak merugi dan bertambah kebaikan pada diri kita. Aamiin.
Salam. *NR*
Selasa, 30 Desember 2014
Posts by : Admin
Tenang, Aku Gak Alay Kok
Kata teman saya,
siapa sih Burhanuddin Rabbani?
Kata teman saya, kok
nama profilmu Burhanudddin Rabbani sih?
Kata teman saya,
kenapa kok bisa pake nama Burhanuddin Rabbani?
Kata teman saya, kok
gak pake nama asli saja?
Dan… kata teman saya
masih banyak kok.. kok.. kok.. kok.. lainnya..
Sekarang saya akan
menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Siapa sebenarnya Burhanuddin Rabbani? Siapanya
saya sih dia? Ecieeeee #halah.
Dulu, saya sempat
bertanya-tanya. Jika saya………………… rahasia~ baca dulu percakapan di bawah ini:
Saya: “Pak, kalau
saya dilahirkan menjadi anak laki-laki, siapa nama lengkap saya? (dalam bahasa
Jawa).”
Bapak: (pasti kalian
sudah menebaknya :D )
Itulah asal-usul
Saya menamai akun ini dengan Burhanuddin Rabbani.
Sebetulnya, saya
pengen ganti usernamenya. Tapi gak tau caranya. Udah otak-atik google+ tapi gak
nemu-nemu. Ngotak atik blog juga gak nemu-nemu. Ada yang punya solusi? Masalahnya,
kasian blog saya, semacam kehilangan identitas. Atau bahkan pemilik blog ini
bisa dibully “4L@Y” gara-gara menampilkan nama lain di blog ini. T.T
Sekian post ini saya
sampaikan. Mungkin kalian bingung sendiri dengan postingan saya hari ini. Sebenarnya
saya ini curhat atau ujung-ujungnya nanya sih? Yaaa dua-duanya siiih wkwkw :D
Mohon maaf apabila
post hari ini tidak bermanfaat. Hihihihi.. lagi pengen intermezzo aja..
Senin, 29 Desember 2014
Posts by : Admin
Seratus Satu Tahun Lalu ^_^
Assalamualaikum Wr
Wb
Apa kabar saudaraku
sekalian? Daku mendoakan, kamu selamat sejahtera~~~
Sip. Dijawab yaa salamnya,
walaupun dari hati :D
Tahun lalu, 2013, saya berbahagia
sekali dengan kelancaran terselenggaranya “Konser Musik Mulut 101 Cinta Dari
Jogja” dan bisa sedikit berkontribusi bagian ticketing (registrasi penonton). Tepat setahun lalu, yup, 29 Desember. Momen yang diselenggarakan oleh sm@rtsyuhada dan ANN (Asosiasi Nasyid Nusantara) ini mengesankan sekaligus
mengharukan bagi saya. Lokasinya di TBY (Taman Budaya Yogyakarta), gedungnya
anak muda. Gedung yang biasanya dipakai untuk pertunjukan berbagai seni dan
budaya oleh para budayawan budayawati serta pemuda Jogja. Entah dari komunitas, organisasi, sekolah atau
lembaga tertentu.
Memang acara ini juga acara
seni. Namanya juga Konser Musik Mulut. Tapi, acara ini berbeda dari biasanya. Poin
yang membuat para pemuda tersentuh adalah menyisipkan nilai-nilai islam dan
kebangsaan pada pertengahan konser ini. Bagaimana tidak? Panitia mengemas
konser ini semenarik mungkin, sehingga bisa membawa masa yang cukup massif. Memang
dilihat dari nama konsernya sudah terkesan gaul. Gaul yang dimaksud bukan sembarang
gaul. Namun, gaul yang punya khas, gaul yang punya pesan dan kesan untuk kaum
muda sendiri.
Setelah penonton registrasi dan
masuk ke ruang pertunjukan, mereka disuguhi lagu-lagu kebangsaan. Salah satunya
adalah Indonesia Pusaka. Bukan hanya itu, disuguhkan pula drama kisah sosok
pemuda yang ingin meraih mimpinya agar berkontribusi untuk bangsa. Sebagian panitia
juga berlari dari tribun atas sampai tribun bawah sambil mengibarkan
bendera merah putih.
Selain itu, lagu-lagu yang dibawakan tanpa menggunakan alat musik satu pun, full musik dari mulut. Juga lagu yang ditampilkan bukan lagu galau, namun lagu islami. Lagu galau sih ada, tapi isinya
galau sebagai hamba terhadap Allah, Rabb semesta alam, tsaaaah. Ada juga lagu untuk Ayah dengan pelantun asli oleh Ada Band dan Gita Gutawa (iya gak sih?). Hal utama yang
ditampilkan pada konser ini adalah Acapela (music mulut) yang dibawakan oleh
101 pelajar Jogjaaaa. Kayak apa sih acapelanya? Lihat yuk video berikut ini :D
Minggu, 28 Desember 2014
Posts by : Admin
Yang Muda Yang Tak Hura-Hura
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarokaaatuh~~
Kembali
menemani laptop, kembali mengetik, kembali menebar manfaat meskipun hanya lewat
tulisan. Tulisan yang sederhana.
Tulisan ini ingin saya tujukan
kepada seluruh teman-teman yang mulai sebelumnya atau detik ini hingga
seterusnya tetap bersahabat untuk berbuat baik. Aamiin.
Yang Muda Yang Mendunia. Wusss mendunia.
Mengampus aja belum tentu kok mendunia. Wkwkw. Bukan, bukan begitu ya. Muda
mendunia bukan berarti jadi anak
gaul yang setiap harinya kudu update status, nge-tweet, nge-pm atau ngeksis
upload foto di medsos.
Cap Cusss…
Ketika kita sedang dihantui oleh iming-iming dunia yang tak
kunjung habisnya, sampai ajal menjemput kita. Maka, kita sebenarnya mendapatkan
apa sih setelah memasuki fase kehidupan kekal? Sadarlah, bahwa semua iming-iming
itu tidak ada apa-apanya bahkan bisa tekor dosa pada masa permanen itu. Ya,
akhirat. Sulit memang untuk menghindarkan diri dari hal-hal “menyenangkan” dan
istiqomah dalam kebaikan. Apalagi di saat usia kita yang “katanya” cocok buat hore-hore
ria, menyisihkan waktu nongkrong sepuasnya, menjajakkan kiriman orang tua dengan
memburu kuliner sana-sini atau bahkan agenda rutin malam minggu, adalah
berkholwat (berduaan). Astaghfirullah.
Padahal Nabi SAW bersabda "Ada tujuh golongan yang
bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
1.
Pemimpin yang adil,
2.
Pemuda
yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),
3.
Seseorang yang hatinya bergantung
kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya),
4.
Dua orang yang saling mengasihi di
jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5.
Seseorang yang diajak perempuan
berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut
kepada Allah",
6.
Seseorang yang memberikan sedekah
kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan
tangan kanannya, dan
7.
Seseorang yang berdzikir (mengingat)
Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya."
(HR Bukhari)
Wuih
tjakep! Teman-teman pasti faham dengan maksud saya. Yaps benar, nomor dua
memang greget abisss. “Pemuda
yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)”. Golongan ini memang sangat spesial. Di zaman penuh
jahiliyah, terdapat pemuda yang spesial, alias limited edition. Spesial
akhlaqnya, spesial kecintaannya terhadap Allah, spesial tidak pernah lelah
dalam memperjuangkan kebenaran. Di mana sosok pemuda yang dihadapkan dengan dua
pilihan, kebathilan atau kebaikan. Maka, dia memilih kebaikan. Pemuda seperti
ini PASTI mendapatkan naungan dari Allah.
Bukankah
Allah sudah wanti-wanti terhadap setiap apa akan menimpa hamba-Nya? Seperti gunung berapi yang tak berhenti
memberi “tanda” kepada seluruh penduduk sekitarnya dan mengabarkan bahwa saat
itu gunung memiliki berbagai status. Awas, waspada, atau aman? Sebagai penduduk
yang “takut” akan “akibat” setelah gunung berstatus awas, selayaknya reaksi
penduduk adalah pergi dan mencari tempat ngungsi yang lokasinya jauh dari
gunung berapi = jauh dari lahar yang bisa melenyapkan penduduk. Atau justru ada
yang tenang-tenang saja kalau gunung itu akan meletus?
Sama
hal nya dengan perumpamaan di atas. Kita sebagai umat islam yang berpedoman
dengan Al-Qur’an, tentu pernah mendapatkan ayat-ayat yang isinya pengingat.
Atau justru kabar gembira. Kita tinggal pilih. Mau memilih ayat yang berisi
janji kabar gembira atau ayat peringatan (siksaan di akhirat kelak).
Buktikan!
Bahwa kita adalah pemuda yang enggak
mainstream (spesial di mata Allah) ^^
Sabtu, 27 Desember 2014
Posts by : Admin
Danang Sang Pembuat Jejak #4
Yup. Postingan hari ini mungkin
sedikit berbeda dari biasanya. Mungkin kalian sudah pernah melihat video ini.
Entah ketika SMA mungkin? Yang sering memaparkan video motivasi ketika
menjelang Ujian Akhir Nasional. Atau bahkan kalian sudah bosan dengan video
ini? Entahlah :D
Namanya Danang, asli Bantul, DIY.
Beliau adalah sang pembuat jejak. Mimpi-mimpinya Ia tulis di kertas kemudian ditempel
di dinding kamarnya. Satu per satu mimpinya TERWUJUD! Berapa mimpi yang
sudah Ia capai? Ada 100! Percaya tidak? Terus apa lagi nih yang bikin wow dari video ini? Gak seru kalo udah
diceritain. Makanya, yuk, simak video
ini! J
Jumat, 26 Desember 2014
Posts by : Admin
UNTUKMU, CALON AGEN PERUBAHAN
Tulisan
ini saya dedikasikan untuk saudara yang gila perubahan (dalam kebaikan), yang
bersemangat dalam menegakkan kebenaran dan yang ingin menjadi agen perubahan.
A. Mari Menjadi Seorang Muslim Yang Kaya
Kaya yang saya maksudkan disini adalah
sebuah arti secara denotasi yaitu kekayaan harta yang sebenarnya. Saya
berani berusaha dan berdoa banyak agar Allah perkenankan masa depan seperti ini
bagi saya, karena Rasulullah pun berdoa demikian, Dari Abdullah bin
Mas’ud ra. bahwa Rasulullah berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, iffah (menjaga diri dari perkara haram), dan
kekayaan.” (HR. Muslim: 4898, At-Tirmidzi: 3411 dan Ibnu Majah: 3822).
Pernahkah
suatu hari Anda berjalan di sebuah pasar, kemudian disana Anda melihat banyak
sekali orang jompo yang masih mengurusi sayuran untuk dijual? Lalu tiba-tiba
hati Anda terasa miris? Ingin sekali berharap, seandainya mempunyai uang yang
banyak, saya pasti bersedia membeli semua dagangan mereka.
Rasulullah pun menganjurkan
umatnya untuk menjadi orang kaya, lihatlah begitu banyak para sahabat di
sekeliling beliau yang berlomba-lomba menjadi kaya untuk mampu menjadi penderma terbanyak untuk agama.
B.
Para
Miliuner di sekitar Rasulullah
Ketika Abu Bakar ra. berkeinginan
membebaskan Bilal ra. dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mmematok harga 9
uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar ra. langsung menebusnya.
Untuk diketahui 1 uqiyah emas senilai
31,7475 gr gram emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Jika harga 1 dinar
emas sekarang adalah sebesar Rp. 2.370.000, berarti dana yang dikelurkan Abu
Bakar ra. adalah sebesar Rp. 157.842.000,- (9 x 7,4 x Rp.2.370.000).
Para Milyuner di sekitar
Rasulullah Beberapa Sahabat Rasulullah, berdasarkan catatan sejarah yang
di-indikasikan sebagai Konglomerat, antara lain :
1. Abu Bakar ra. Ibnu Umar ra mengatakan
diawal keislaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 Dirham untuk
memerdekakan budak. Jika harga 1 Dirham Perak saat ini adalah Rp. 67.500, itu
artinya yang dibayar oleh beliau setara dengan Rp 2,7 Miliar.
2. Umar bin Khaththab ra.
Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih,
karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar ra. telah mewasiatkan 1/3
hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya
melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara
dengan Rp. 284,4 Milyar (dinar) atau Rp. 8,1 Milyar (dirham).
3. Utsman bin Affan ra.
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang
300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar
Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.
Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).
Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).
4. Abdullah ibnu Mas’ud ra.
Menurut Zurr bin Hubaisy Al-Kufi, Ibnu
Mas’ud ra. ketika meninggal dunia mewariskan harta senilai 70.000 dirham, atau
saat ini senilai Rp. 4,725 milyar.
5. Sa’ad bin Abi Waqqash ra.
Menurut Aisyah binti Sa’ad, ketika
Sa’ad bin Abi Waqqash ra. meninggal dunia, beliau mewariskan 250.000 dirham,
atau pada saat ini senilai Rp. 16,875 Milyar.
Masih banyak tokoh lainnya.
Mencegah
orang lain berbuat mungkar, terkadang juga memerlukan dana yang cukup besar,
namun balasannya adalah memperoleh rahmat dari ALLAH.
Allah Ta’ala berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman,
lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari
yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan
Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah (9) ayat 71).
(QS. At-Taubah (9) ayat 71).
Membantu orang
yang berjuang di jalan Allah, diperlukan dana yang tidak sedikit, namun
balasannya juga sangat luar biasa.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah
bersabda :
نْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Barangsiapa menyiapkan bekal bagi seorang mujahid
di jalan Allah sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa menjaga keluarga yang
ditinggalkan seorang mujahid maka sungguh ia telah berjihad” (HR.Muslim :
12/425).
Sebagai penutup:
Seorang muslim diperbolehkan bercita-cita
menjadi orang kaya dengan niat untuk memperkuat agamanya.
Jadilah
orang kaya yang banyak berkontribusi untuk sesame dan agama ^^
Jadilah
pelopor kebaikan lewat hasil keringat kita sendiri^^
Jadilah
agen perubahan dalam kemuliaan^^
Mungkin hanya ini yang dapat saya
sampaikan. Apabila terjadi kekeliruan dalam kepenulisan, revisinya saya tunggu
hehehe…
Nuun
Wal Qolamin Wamaa Yasthuruun. Billaahi fii sabilil haq, fastabiqul
khoirot. Wassalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh…
Langganan:
Postingan (Atom)


