Rabu, 22 Mei 2013

Assalamu'alaykum.......

Tiba2 ada teman facebook yg aku kenal. Dan setelah kuamati, mbaknya makin lama makin baik. Aku nulis kayak gini karena ada mbak2 yg berubah lebih baik. Alhamdulillah. Tapi ada gak ya orang yg bertaubat gara2 diingatkan sama Allah melalui kematian orang lain terus takut dan bertaubat lebih cepat. Atau ada orang yg sakit, terus sadar dan segera bertaubat.

Banyak sebenernya yg kayak gini. Hikmahnya begitu luar biasa.

Subhanallah.. Subhanallah.. Subhanallah :))

Semoga kita tetap di jalan-Nya dan diberi umur panjang serta barokah. Aamiin.. :))

Persoalan

Assalamu'alaykum.....

Kita hidup di dunia tidak mungkin tidak melalui persoalan berat. Selalu saja banyak batu kerikil. 
Misalnya menghadapi seseorang yang sifatnya kurang berkenan bagi kita. Mulai dari yang terlalu baik sehingga sulit dibujuk melakukan kejahatan. Atau terlalu jahat sehingga sulit sekali dibujuk berubah lebih baik karena hatinya yang terlanjur keras. Naudzubillahi min dzalik..

Karena kebaikan dan kejahatan sama2 menjadi ujian hidup kita. Entah kedua sifat ini dimiliki diri sendiri atau orang lain.

Di manapun. Entah dunia sekolah, perkuliahan, bahkan lingkungan kerja selalu ada kelompok penekan dan tertekan. Penguasa dan terkuasai, hingga sampai tunduk patuh kepada pemimpin yang jelas kedzalimannya di depan mata. Sulit sekali menegakkan kebenaran di lingkup seperti ini. Dan nyaris tidak pernah orang yang berani melawan (menegakkan kebenaran) secara face to face, satu lawan satu. Toh jika ada pihak yang berani seperti ini, saya katakan dia adalah manusia hebat, pahlawan dalam membela pihak tertekan. 
Tapi sekarang berbeda cerita, mungkin jika ada yang seperti ini melawan, posisinya semakin terancam di lingkup mengerikan ini. Entah dengan diasingkan (dipojokkan), diancam, dipecat, dipalaki, dsb. Sungguh kondisi ini sangat memprihatinkan. 

Semoga kita dapat mengambil pelajaran di setiap persoalan.
Atau memang menjadi bagian dari ujian hidup kita? Semoga.

Bagi yang selalu bersabar, semoga menjadi amalan yang benar2 diperhitungkan.
Bagi yang masih mempertahankan kedzalimannya, ber-sadar-lah! Jangan sampai Allah murka dengan orang2 dzalim dan sebelum diberi peringatan pahit di dunia. Berubahlah!

Yap, perjalanan kita mengabdi masih panjang. Dan tetaplah berbesar hati menerima segala kepahitan di dunia ini.

Jangan tegang gitu dong bacanya, santai aja kali. Yang penting nih postingan membawa manfaat tih tuips?
:D :D :D

Wassalamu'alaykum......

Senin, 20 Mei 2013

ANEH

Aneh. Satu kata yang mungkin bisa buat kalian mjj (mak jleb jleb). Tapi di sini, tujuan saya tidak untuk menyakiti Anda. Tapi justru menyadarkan Anda agar Anda bisa hidup lebih baik tanpa ini.......PACARAN.
Ngomongin soal pacaran ya, saya tidak akan memuat dalil-dalil tertentu yang membuat Anda makin beranggapan bahwa saya SOK SUCI. Ouhh, tentu hal ini jangan sampai terjadi :DD
Biasanya anak muda lebih tertarik berpikir secara logika. Tanpa berbelit-belit, apalagi menerima dalil. Itu artinya artikel ini tidak akan dibaca jika sudah tercantum dalil.
Jangan sebut saya sekuler juga lho. Ini namanya dalil 'aqli kok (secara akal).

To the Point:
Apa sih untungnya pacaran?

1. Apa Anda haus perhatian, kasih sayang, kelembutan? Allah udah menciptakanmu dan terlahir dari rahim hebat ibu. Tak lupa ada sang Ayah yang rela berkeringat tiap hari, mencari sesuap nasi. Itu artinya Anda mengurangi kepercayaan Anda terhadap orangtua. Bagaimana cara Anda berterimakasih? Semoga paham.

2. Apa Anda merasa kekurangan dengan kebutuhan Anda sehari-hari? Allah mengatur rezeki tuk hamba-Nya sesuai porsi. Dan......Kembali pada pengorbanan sang Ayah. Hargai beliau yaa~ Semoga paham.

3. Merasa gak gaul? Takuuut banget kalo jadi anak cupu? Heyy! Sadar diri yuuk, posisi single itu lebih terhormat dibanding yang pacaran. Kenapa? Kamu kalo milih permen kan yg masih terbungkus kan? Bukan permen temuan di jalanan atau tempat kotor lainnya? Semoga paham.

4. Dampak lebih besar lagi yaitu....GALAU. Sebagian besar remaja galau gegara si pacar. Dan sebagian besar pula faktornya karena kesalahpahaman. Kalo ingin saling memahami, kenapa HARUS pacaran? Di Islam adanya hanya nikah. Toh banyak urusan lebih penting terpaut masa depanmu tuk kesuksesan dunia akhirat. Semoga paham.

5. Mental Move On. Kalo putus, trus ganti pacar baru lagi. Ini WANTED sekali. Uhh, so dangerous -____-  Kalo kamu sudah berkeluarga terus cerai nikah cerai nikah? Mungkin hanya beda istilah ya di sini. Why? Kenapa to? Because karena amargi jika teori ini dijadikan landasan pengobat hati, wah tidak hanya payah, tapi rusak. Makanya segera ke bengkel, mengingat Allah sembari memperbaiki diri^^ Ini Move On versi spesial loh.. 
Semoga paham.

6. Masih nyambung sama yang atas, kalo sudah berumahtangga, kalo kalian punya bejibun apa namanya? Mantan? Nah! Itu kasian keluarga kecilmu. Apa rela rumah tanggamu kelak ternodai akibat dulu2nya Anda pacaran? Semoga paham.

Minggu, 19 Mei 2013

Rindu

Bukan Aku, tapi Kami
Kami rindu dengan tempat kami bermuara
Tempat beradaptasi agar mengenal Allah lebih dekat
Dan bagaimana kami menjaga ukhuwah yang indah
Hingga merajut sutera di dalamnya
Menghasilkan karya dari Yang Maha Karya 
Berpaling bersama dari kemudharatan
Tak kenal lelah jadi insan produktif

Hingga di luar sana setia menanti kami agar terjun ke masyarakat
Membawa lautan manfaat dan martabat 
Dari Yang Maha Hebat

Berantai dari sesosok menjadi berkeroyok
Dari seonggok menjadi banyak kelompok


Menebar Islam dengan jutaan bibit yang Ia ciptakan 
Dan tak lupa atas campr tangan-Nya


Setia mengabdi di bumi pertiwi
Hingga meraih ridha Illahi
Berujung pada titik rasa syukur tertinggi

Sabtu, 18 Mei 2013

Short Motivation

Di suatu stasiun televisi lokal. Dengan program2 yang mendidik lebih mulia, meski semua menyebutnya stasiun cupu, stasiun jadul, nggak update, etc. So, baik2 deh milih chanel, itu sama halnya bagaimana menempuh kualitas hidup baik atau buruk. Well, hidup itu pilihan kok.

Langsung aja~~
Nggak usah panjang2. Cuma mau mengutip semacam "Short Motivation" dari tayangan tivi itu.

Alkisah sekelompok santri yang berawal tidak tau tentang dunia. Apalagi ide untuk melakukan sesuatu. Mereka tunanetra. Tak tahu harus berbuat apa selama hidup ini. Dimulai dari cp santri itu disimpan oleh seseorang, kemudian Ia dihubungi oleh orang itu. Mendapatkan tawaran spesial, tawaran luar biasa adalah Ia dihimbau agar menjadi santri di suatu PonPes **** (lupa dan gak tau namanya), bersama teman2nya senasib. Dari sinilah santri2 ini memulai mimpi besarnya di PonPes ini. 
Selain sudah mahir murrotal, mereka mempunya cita2 besar yaitu ingin menjadi seorang hafidz (penghafal Al-Qur-an). Kebiasaannya yang selalu mendengarkan mp3 murrotal di ponsel genggamnya, mereka setia sekali dengan ponsel itu. Tetapi tidak untuk fb-an, twitteran, line, kakao talk, dsb. 
Mereka berbeda nasib, namun mahir memilih dalam hidup. Mereka menyajikan sebuah ponsel genggamnya dengan murrotal. Diulangnya terus menerus hingga mereka lanyah dalam alma'surat tersebut. Sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit. Mereka dinyatakan berhasil menghafal 5 juz (sesuai apa yang disampaikan di tivi). Dan ingin mengembangkan serta menambah hafalan2nya. SUBHANALLAH......

Subhanallah subhanallah subhanallah....
Orang yangtunanetra aja bisa murrotal dan bercita2 sebagai hafidz.
Jadi gini pertanyannya ::
Sudah sampai mana yang normal2 ini belajar Al-Qur'an? Apa malah mengabaikan? Yakin deh, sekali lagi. HIDUP ITU PILIHAN.

Bicara Soal Niat





Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh.........

Benar, usaha sekecil dan sebesar apapun tidak ada yang sia-sia. 

Ini soal niat, bagaimana kita bisa membaca niat orang lain bahwa si A mempunyai keinginan yang kuat untuk mewujudkan sesuatu yang baik? Baik untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar tentunya. 
Tapi, sayang sekali. Mustahil kalau di sebuah majelis ditanya satu persatu apa niat sebenarnya dia bermajelis di majelis AB, kemudian ditanyakan dari hati ke hati. Dapat dipastikan ini hal yang lebih mustahil lagi. Lebih baik yang dari hati ke hati ini bisa dicoba, agar lebih terdeteksi sesungguhnya manusia mana sajakah yang niatnya benar2 baik, benar2 tulus, bahkan mengorbankan dirinya demi seonggok kemuliaan itu. Dan semua yang diharapkan di balik kemuliaan2 itu satu persatu akan terwujud. Tetapi baiknya dilakukan secara bersama-sama, bukan yang kelihatan saja. 
Yah, meski pada akhirnya mengecewakan bagi orang yang semacam ini.

Sedikit cerita, bahwa tidak selalu juga yang dikejar2 oleh kebaikan, Ia tak selalu menyadari akan kebaikan itu. Namun banyak juga yang mengalami sebaliknya. Ketika seseorang telah mengejar impian dan kebaikan2 itu, bisa jadi Ia luntur di balik kebaikan itu. Hanya karena perlakuan sekeliling yang tidak berkenan, kesalahan pribadi, dsb.

Bicara soal hati lagi. Lebih sakit hati lagi jika orang itu berniat baik. Perlu diingat juga, bahwa sebaik-baik niat juga tidak selalu berujung pada kebaikan dari mana asal niat mulia itu sendiri. Bahkan yang sudah sangat kita harapkan dan kita sadari (maaf) bahwa entah secara sengaja atau tidak sengaja kita dibuat punah oleh oknum selain kita. Sehingga kita merasa gatot (gagal total) dalam niat baik itu. 
Atau ini memang sebuah klimaks dari Allah bagaimana menguji kesabaran pada kita. Apakah uji kesabaran ini akan berujung baik atau buruk? Itu bergantung pada kita masing-masing seberapa jauh kita menguasai diri. 
Coba hati siapa yang siap menghadapi semacam ini?

Niat bulat, tekad kuat, tujuan mulia. Namun hanya berujung zonk. 

Kembali pada kata-kata dari seorang penulis masyhur: 

Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan -Tere Liye-

Dan, aku lebih menyukai karya beliau yang lebih mengena pada hati.

Jika kita selama ini merasa selalu memperoleh hal2 kecil, barang bekas, sisa orang lain, pilihan kedua, dan seterusnya, bagian tidak penting, bahkan mungkin merasa tidak pernah mendapatkan hal2 terbaik dalam hidup, maka bukankah itu keren sekali?
Hanya orang2 hebatlah yang bisa hidup bahagia dengan hal2 kecil di sekitarnya. Tinggal dilengkapi dengan rasa syukur. Kita semua sebenarnya memiliki hal terbaik yang diberikan Tuhan, yaitu: kehidupan itu sendiri. Itulah hal paling menakjubkan milik manusia. Coba kalau kita dijadikan batu atau pot kembang, akan berbeda sekali penjelasannya.


Dan sudah seharusnya kita menanyakan pada diri sendiri. Kita pikirkan baik-baik keinginan mulia kita. Tapi kita juga harus membuntuti bahwa resiko juga tetap dekat pada niat baik itu. Ya, meskipun baik. Jika berujung pada kekecewaan, lantas planing selanjutnya kita harus gimana? Tentu hanya prang2 terpilihlah yang akan berujung baik. Maka, istighfarlah dalam setiap kekecewaan.
Semoga kalian yang sedang merasakan semacam *kagol* seperti ini, dapat segera diredam dengan cara yang baik. 
Lanjutkan jihad kalian, jangan sekali-kali memenangkan dampak buruk akibat ketidakmampuan kita dalam mengendalikan diri. 
Kalian tetap mulia di hadapan-Nya, jika kalian setia bersabar dan ikhlas menerima segalanya yang menimpa kalian. Sekali lagi, lanjutkan jihadmu!!! Jangan berhenti!!! Dan, pastikan bahwa ada Allah dibalik layar. Dibalik perjuangan muliamu yang tak seorangpun mengetahui yang kamu lakukan. Berharaplah pada-Nya! Karena jika kita berharap pada sesama, perasaan semacam *kagol* ini tidak akan menyerah menghampirimu. Terutama setan yang sedang menggebu-gebu menggoda nafsu marahmu. semangkA!!! (Semangat karena Allah) :')

Selasa, 14 Mei 2013

Laa iqro' ha fiddin : TIDAK ada PAKSAAN dalam AGAMA.
Lantas SELAIN agama? TIDAK seharusnya juga seperti itu kan? :)

Kalau SHOLAT yang FARDHU aja ada RUKHSOH (keringanan). Kalau selain itu? TIDAK juga beperti itu kan? :)

Kalau ISLAM TIDAK memberatkan. So, kenapa yang lainnya harus DIBEBANKAN?

Dalam menjalani ISLAM, sebaiknya UTAMAKAN yang MUDAH. Lantas? kenapa SELAIN islam TIDAK mempermudah?

Minggu, 12 Mei 2013


Inil hukmu illa lillah: Sesungguhnya hanya Allah saja yang menegakkan hukum. ( Yusuf:67 )
Sesungguhnya, permasalahan hukun (keputusan), syari'at (peraturan), dan taqadhi (perkara) selayaknya hanya diserahkan kepada Allah semata, bukan diserahkan kepada kehendak manusia yang sering berubah, atau atas dasar pertimbangan mashlahat-mashlahat yang tidak pasti atau kepada kebiasaan yg disepakatai oleh suatu kelompok atau beberapa kelompok.
Padahal, di dunia sendiri penuh dengan peraturan yg sebagian besar menimbulkan manusia ke arah fana. Lantas? Entahlah.

Kamis, 09 Mei 2013

Pernah dapet tausiyah seperti ini:
Jika mencapai sesuatu, maka janganlah kita terlalu senang dengan hal itu. Sebaliknya, jika kita tak mencapai apa yang kita inginkan atau mendapat musibah maka jangan berlama-lama dalam kesedihan.

Dan.....
Aku pengen ngembangin tentang kalimat itu lebih detail, hehehe :D


Dan semua sudah tertulis di skenario-Nya. 

Jadi jika telah mencapai apa yang kita inginkan dan mendapatkan suatu kesenangan, boleh jadi itu menjadi hadiah dari Allah yang pantas kita terima. So, jangan berlama-lama dalam kesenangan itu juga. Karena hal itu menimbulkan akan kelupaan kita kepada Allah yang sebenarnya kita diciptakan dan kembali pada-Nya. Sehingga semakin lupa akan kehadiran Allah di hati kita. Dan tak banyak mengingat-Nya. Karena jika kita mendapatkan kesenangan semata di dunia ini, bisa jadi kita malah semakin jauh dengan Allah. Jauh pula dari petunjuk-Nya. Dan ini jangan sampai terjadi. Naudzubillahi min dzalik.

Sebaliknya pula, jika tak mendapatkan apa yang kita inginkan atau mendapat musibah. Harus kita terima pula dengan lapang dada. Dan...jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Bisa jadi, musibah itu menjadikan kita insan yang lebih mengenal Allah dan dekat dengan-Nya pula. Bahkan tumbuh mahabbah kita kepada Allah. Allah memberi musibah agar kita tetap dekat dengan Allah. Menjadikan kita bagaimana bangkit dari keterpurukan. Dan menjadikan kita pula sebagai insan yang kuat, LULUS dan LOLOS UJIAN dari ALLAH SWT. Jadi, istilah LULUS dan LOLOS tak hanya disebut pada kisaran UN saja, hehehe^^

Justru kita memetik hikmah dari setiap kejadian yang kita alami.




- Kullu bi syai'in bil hikmah: Setiap kejadian pasti ada hikmahnya-
Lebih baik memaksa anak masuk surga daripada membiarkan anak masuk neraka.
This is a quote of my pars :)

Selasa, 07 Mei 2013

Pemaksaan? Why Not?

Pemaksaan..
Pemaksaan itu tidak boleh, selama dilakukan tidak pada tempatnya
Pemaksaan jangan dilakukan jika karena menuruti hawa nafsu dunia
Pemaksaan jangan diteruskan jika hanya noda yang muncul darinya
Pemaksaan jangan dipertahankan jika tak sesuai dengan kebenaran
Pemaksaan jangan dituruti jika tak membawa maslahat umat

Tapi..
Pemaksaan itu boleh, lakukan pada tempatnya
Pemaksaan harus berlaku demi menegakkan kebenaran
Pemaksaan harus ditegakkan demi berjayanya islam
Pemaksaan harus dilakukan demi kemaslahatan umat
Pemaksaan harus dilanjutkan demi sebuah manfaat

Senin, 06 Mei 2013

Pernah terbesit seperti ini gak?

Alasan saya ingin nge-post tentang topik ini sebenarnya isi yg ada di otak saya. Muncul bukan dari sebuah ide yang gemilang. Bukan. Justru mengungkap dari apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat saat ini. Dan awalnya saya sendiri hanya bisa merenung dan merenung tanpa bergerak. Namun kini maju selangkah "bagaimana" untuk melururskan masalah yang (mungkin) genting namun terabaikan bahkan tak seorangpun memikirkan tentang hal ini.

Kini, saya paparkan apa yang selama ini ada di benak saya.
Sebenarnya, selama ini masih nggantung dengan dua permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Islam terutama. Terdapat dua pilar yang terpisah, beda fungsi ya beda keyakinan. Mungkin saudara saudari bisa diskusikan tentang hal hal ini di kolom komentar.
Tapi, setelah yang satu ini:

1. Sering disebut juga manusia sekuler; memisahkan agama dengan adat, hukum, kebiasaan dan lain-lain. Hal ini menurut saya, tipe yang terlalu menggunakan dalil 'aqli atau logika, sehingga menimbulkan gejolak keyakinan dengan arah tak menentu. Bahkan bisa melahirkan ke-tidakpercayaan- dengan adanya Tuhan. Dengan adanya Allah SWT. Mungkin masalah niatpun juga beragam, tapi itu urusan pribadi masing-masing yang akan dipertanggungjawabkan oleh Allah kelak. Karena berbicara tentang sekuler, tidak semua orang islam yang sekedar (mau) menerima syari'at islam. Namun justru berpaling dari islam. Telah banyak muncul juga politik elit sekuler di Indonesia.
Ngerinya, hal ini terjadi di kalangan aktivis, penulis, pejabat, profesor, budayawan yang begitu fanatik dengan pemikiran logikanya yang menolak syari'at islam yang datang langsung dari Allah Azza Wa Jalla.
Misalnya ada seseorang yang sangat cerdas memperoleh nilai A pada mata kuliah tertentu. Anggapnya, karena keberadaan otaknya yang cerdas, sehingga dapat memperoleh nilai sempurna. Padahal, semua itu merupakan campur tangan dari Allah SWT.


2. Saya bingung tipe ini biasa disebut apa, yang jelas dengan kebiasaan oknum tertentu adalah dengan mengaitkan antara adat, hukum, kebiasaan dengan konten Al-Qur'an dan hadits. Dilakukan beberapa waktu, waktu-waktu tertentu, tempat-tempat tertentu (secara menyimpang, di luar Nash: Al-Qur'an dan Hadits). Sehingga menimbulkan kesyirikan di bawah kesadaran. Mungkin karena faktor ikut-ikutan atau kentalnya sebuah tradisi di zona masyarakat islam. 


Lalu bagaimana pendapat saudara mengenai jenis kepercayaan atau apalah ini namanya.

Mungkin dua items ini sepele, namun menurut saya akan berdampak besar di masyarakat islam jika tidak ada yang meluruskan. Yang men-dakwah-i tentang hal ini dengan dasar-dasar Al-Qur'an.

Yuuuk, monggo. Silakan dituruti dan didiskusikan dengan...........Baik :')


-di sini saya ingin diberi ilmu mengenai masalah-masalah di atas-

Minggu, 05 Mei 2013

Fenomena Facebook

#Fakta


Bahwa segala fanpage dan segala post di dalamnya pasti banyak ditemukan di kolom komentar "add me". Weseh, seolah-olah fanpage dijadikan sebagai ajang promosi akun pribadi. Wkwkw, sedikit aneh menurutku. Yah, bahwasannya dunia maya itu mulai dari A hingga Z bahkan huruf yang semula tak ada menjadi ada.

Mungkin, ambil hikmahnya saja bagaimana kita mengelola akun pribadi dengan baik. Maksudnya........membawa manfaat.. Hehehe^^

Perang Dunia ketiga. Hah? Bukannya Perang Dunia cuma ada dua kali ya?
Ini lain perang, perang ini cukup unik. Apa dong? Perang status. Ya! Perang status. Si A nye
-tatus tentang itu. Bersambung nih,  repotnya, teman dari si A merasa tersinggung atas status yang dibuat si A. Dan berakhir dengan sebuah peperangan. Ya itu tadi, Perang Status. Dan bisa-bisa Perang itu berlangsung awet jika kedua belah pihak tak ada yang mau mengalah atau (mendahului) memohon maaf dan memberi maaf. So, berhati-hatilah di dunia maya. Sebaiknya tidak mengumbar aib, kekesalan, kemarahan, dan blabla yang dirasa cukup sensitif bagi si pembacanya. Karena kita tak akan tahu persis watak dari teman-teman facebook kita itu gimana. Hanya sekedar teman di dunia maya apalagi, yang tidak saling kenal, tak pernah kenalan, tapi berteman di dunia maya dan Perang Status pun menjadi sejarah bagi para pengguna. Sehingga menimbulkan Perang Status itu tadi.

Nah yang ini mungkin agak sensitif nih.
Terdapat dua insan berbeda jenis. Tentu terbesit lintasan tentang itu kan? Perasaan apalah itu namanya. Berawal dari yang cewek mbuat status tentang kesepiannya selama ini karena lelah dengan predikat Jomblo-nya misalnya. Kemudian berlanjut ada cowok yang nge-like dan ngo-mentar status cewek itu tadi. Kemudian status-status ceweknya dari tempo doeloe sampai sekarangpun terus menerus di-like dan di-komen. Bersambunglah episode ke sekian kalinya, kedua insan itu tadi saling suka. Padahal tidak dimulai dengan saling mengenal. Tahu-tahu punya hubungan khusus. Kemudian janjian ketemuan. Kemudian baru kenalan, berjabat tangan. Terjadilah perzinaan. Jadi berubah status dari lajang jadi pacaran. Saling beri perhatian tentang sudah belumnya makan. Dan menanyakan dengan siapa si pacar beraktivitas dan terkuak segala alasan. Saling menanyakan kabar jika sehari tak bertemu via wall-wall an. Rutin berduaan. Pergi boncengan. Ujung-ujungnya "putus" akibat salah pengertian. Tiba-tiba jadi person berwatak mutungan akibat dengan pacar kesenggol kasus per-kagol-an. Akhirnya hanya berteman dan lama-lama malah musuhan. Cuma mau nyapa via chat aja enggan.
Inilah akibat dari perbuatan yang dikuasai setan.
Nah, paham kan? Semoga tidak hanya sekedar paham. Yang terpenting adalah dalam pengaplikasian dan dipraktekkan.
Betewe kalo sekolah dokter, terus gimana caranya biar ilmu kedokterannya bisa berguna? Jawabannya teentu dengan di-praktek-kan.



Jumat, 03 Mei 2013

Quotes, biasa disebut Pepatah

Quotes itu semacam pencerahan diri dan bagaimana mengelola realitas serta pembuktian yang membawa manfaat. Karena motivator terhebat adalah diri sendiri :')

Kamis, 02 Mei 2013


Sebenarnya passive income dan keberkahan rezeki itu tak usah didapatkan melalui banyak kegagalan dalam berbisnis dan sejenisnya. Cukup satu, hanya sedekah. Namun banyak dan ikhlas. Jangan bilang ini susah, namun justru banyak berbuah.
Tapi hikmahnya begini:
Tentu teman-teman paham bahwa hikmah sedekah adalah menjadikan jiwa bersih dan raga sehat, serta memperpanjang umur. Namun ada hikmah di lain jalan, yaitu jika dirasa sukar melakukannya, maka berbisnis juga termasuk cara islami. Bahkan berbisnis (berdagang) salah satu ajaran yang dilakukan Rasulullah dalam mencari rezeki.

Selamat mencoba, mencoba bersedekah :')



~~bersedekahlah kamu karena sedekah itu sebagai penebusmu dari api neraka. (H.R Thabrani)~~

Rabu, 01 Mei 2013

Setelah UN gagal dilaksanakan secara serentak, Hari Pendidikan Nasional pun tetap diperingati. Semoga membaik. Aamiin.. *maksud e opo iki?*
Karena ilmu yang menyerap dan bermanfaat tidak diperuntukkan bagi jiwa yang menyombongkan diri.
Dibalik tawadhu'nya seseorang, dalam diampun dia pasti keadaan berilmu :')

Bulan ber-Surprise

Entah, ada saat-saatnya kita untuk "waiting for" apa saja yang diharapkan akan membawa kebahagiaan. Memang benar pepatah tanpa pencetus ini, "Bahagia itu Sederhana". Namun kebahagiaan yang bagaimana dulu yang ingin kita peroleh?
Apakah ada jaminan setelah ngumpul bareng temen kita langsung bahagia? Semacam merasa sendiri di rinai keramaian. Hatinya masih penuh dengan hutang piutang yang membuat kita tak tenang meneruskan kebahagiaan yang kita lakukan. Maka, perbanyaklah istighfar..

Langsung aja yuuk....
Semakin dekat saja dengan bulan keberkahan, bulan Ramadhan. Di waktu ini banyak nikmat yang kita peroleh. Diantaranya adalah dengan dibelenggunya syaithan oleh Allah. Segala amal kebaikan dengan pahala yang berlipat-lipat. Masjid sekitar rumah menjadi ramai. Suasana menjadi islami. Fastabiqul khairat kembali ditegakkan. Kebersamaan dengan saudara saudari semakin dekat (ukhuwah), de el el yang mungkin masin-masing person punya kenikmatan tersendiri di balik Ramadhan yang berkah ini.

Inilah kebahagiaan di dunia yang selalu dirindukan oleh bermilyaran umat muslim dunia. Yang di dalamnya terdapat kebahagiaan nikmat islam yang begitu pekat selama Ramadhan dan mendapat balasan pahala yang tak terjangkau tentunya. 

Semoga kita diberi umur panjang dan dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun 2013 ini dan bulan Ramadhan tahun berikut berikutnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin :')

10 Mei 13