Alasan saya ingin nge-post tentang topik ini sebenarnya isi yg ada di otak saya. Muncul bukan dari sebuah ide yang gemilang. Bukan. Justru mengungkap dari apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat saat ini. Dan awalnya saya sendiri hanya bisa merenung dan merenung tanpa bergerak. Namun kini maju selangkah "bagaimana" untuk melururskan masalah yang (mungkin) genting namun terabaikan bahkan tak seorangpun memikirkan tentang hal ini.
Kini, saya paparkan apa yang selama ini ada di benak saya.
Sebenarnya, selama ini masih nggantung dengan dua permasalahan yang sering terjadi di masyarakat. Islam terutama. Terdapat dua pilar yang terpisah, beda fungsi ya beda keyakinan. Mungkin saudara saudari bisa diskusikan tentang hal hal ini di kolom komentar.
Tapi, setelah yang satu ini:
1. Sering disebut juga manusia sekuler; memisahkan agama dengan adat, hukum, kebiasaan dan lain-lain. Hal ini menurut saya, tipe yang terlalu menggunakan dalil 'aqli atau logika, sehingga menimbulkan gejolak keyakinan dengan arah tak menentu. Bahkan bisa melahirkan ke-tidakpercayaan- dengan adanya Tuhan. Dengan adanya Allah SWT. Mungkin masalah niatpun juga beragam, tapi itu urusan pribadi masing-masing yang akan dipertanggungjawabkan oleh Allah kelak. Karena berbicara tentang sekuler, tidak semua orang islam yang sekedar (mau) menerima syari'at islam. Namun justru berpaling dari islam. Telah banyak muncul juga politik elit sekuler di Indonesia.
Ngerinya, hal ini terjadi di kalangan aktivis, penulis, pejabat, profesor, budayawan yang begitu fanatik dengan pemikiran logikanya yang menolak syari'at islam yang datang langsung dari Allah Azza Wa Jalla.
Misalnya ada seseorang yang sangat cerdas memperoleh nilai A pada mata kuliah tertentu. Anggapnya, karena keberadaan otaknya yang cerdas, sehingga dapat memperoleh nilai sempurna. Padahal, semua itu merupakan campur tangan dari Allah SWT.
2. Saya bingung tipe ini biasa disebut apa, yang jelas dengan kebiasaan oknum tertentu adalah dengan mengaitkan antara adat, hukum, kebiasaan dengan konten Al-Qur'an dan hadits. Dilakukan beberapa waktu, waktu-waktu tertentu, tempat-tempat tertentu (secara menyimpang, di luar Nash: Al-Qur'an dan Hadits). Sehingga menimbulkan kesyirikan di bawah kesadaran. Mungkin karena faktor ikut-ikutan atau kentalnya sebuah tradisi di zona masyarakat islam.
Lalu bagaimana pendapat saudara mengenai jenis kepercayaan atau apalah ini namanya.
Mungkin dua items ini sepele, namun menurut saya akan berdampak besar di masyarakat islam jika tidak ada yang meluruskan. Yang men-dakwah-i tentang hal ini dengan dasar-dasar Al-Qur'an.
Yuuuk, monggo. Silakan dituruti dan didiskusikan dengan...........Baik :')
-di sini saya ingin diberi ilmu mengenai masalah-masalah di atas-