#Fakta
Bahwa segala fanpage dan segala post di dalamnya pasti banyak ditemukan di kolom komentar "add me". Weseh, seolah-olah fanpage dijadikan sebagai ajang promosi akun pribadi. Wkwkw, sedikit aneh menurutku. Yah, bahwasannya dunia maya itu mulai dari A hingga Z bahkan huruf yang semula tak ada menjadi ada.
Mungkin, ambil hikmahnya saja bagaimana kita mengelola akun pribadi dengan baik. Maksudnya........membawa manfaat.. Hehehe^^
Perang Dunia ketiga. Hah? Bukannya Perang Dunia cuma ada dua kali ya?
Ini lain perang, perang ini cukup unik. Apa dong? Perang status. Ya! Perang status. Si A nye
-tatus tentang itu. Bersambung nih, repotnya, teman dari si A merasa tersinggung atas status yang dibuat si A. Dan berakhir dengan sebuah peperangan. Ya itu tadi, Perang Status. Dan bisa-bisa Perang itu berlangsung awet jika kedua belah pihak tak ada yang mau mengalah atau (mendahului) memohon maaf dan memberi maaf. So, berhati-hatilah di dunia maya. Sebaiknya tidak mengumbar aib, kekesalan, kemarahan, dan blabla yang dirasa cukup sensitif bagi si pembacanya. Karena kita tak akan tahu persis watak dari teman-teman facebook kita itu gimana. Hanya sekedar teman di dunia maya apalagi, yang tidak saling kenal, tak pernah kenalan, tapi berteman di dunia maya dan Perang Status pun menjadi sejarah bagi para pengguna. Sehingga menimbulkan Perang Status itu tadi.
Nah yang ini mungkin agak sensitif nih.
Terdapat dua insan berbeda jenis. Tentu terbesit lintasan tentang itu kan? Perasaan apalah itu namanya. Berawal dari yang cewek mbuat status tentang kesepiannya selama ini karena lelah dengan predikat Jomblo-nya misalnya. Kemudian berlanjut ada cowok yang nge-like dan ngo-mentar status cewek itu tadi. Kemudian status-status ceweknya dari tempo doeloe sampai sekarangpun terus menerus di-like dan di-komen. Bersambunglah episode ke sekian kalinya, kedua insan itu tadi saling suka. Padahal tidak dimulai dengan saling mengenal. Tahu-tahu punya hubungan khusus. Kemudian janjian ketemuan. Kemudian baru kenalan, berjabat tangan. Terjadilah perzinaan. Jadi berubah status dari lajang jadi pacaran. Saling beri perhatian tentang sudah belumnya makan. Dan menanyakan dengan siapa si pacar beraktivitas dan terkuak segala alasan. Saling menanyakan kabar jika sehari tak bertemu via wall-wall an. Rutin berduaan. Pergi boncengan. Ujung-ujungnya "putus" akibat salah pengertian. Tiba-tiba jadi person berwatak mutungan akibat dengan pacar kesenggol kasus per-kagol-an. Akhirnya hanya berteman dan lama-lama malah musuhan. Cuma mau nyapa via chat aja enggan.
Inilah akibat dari perbuatan yang dikuasai setan.
Nah, paham kan? Semoga tidak hanya sekedar paham. Yang terpenting adalah dalam pengaplikasian dan dipraktekkan.
Betewe kalo sekolah dokter, terus gimana caranya biar ilmu kedokterannya bisa berguna? Jawabannya teentu dengan di-praktek-kan.

0 komentar:
Posting Komentar