Hadir kembali dengan "coretan kecil" saya :))
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh..
Stalker....
Siapa yg asing dgn istilah ini? Tentu tidak. Saya rasa, apalagi kalangan muda. Istilah gaul ini sering disebut di tengah percakapan via media maupun nyata. Tetapi ada harapan khusus untuk istilah "stalker" sendiri. Di sini, di blog ini saya ingin kita menjadi stalker berjama'ah. Apa dan bagaimana? Silakan simak di bawah ini^^
Alhamdulillah..
Sehubungan dengan waktu. Sehubungan dengan datangnya "Tamu Agung" menghampiri kita. Apa reaksi kita dalam menyambut Ramadlan? Welcome-kah? Wallahu a'lam :)
But, are you ready for ramadhan? A little times where wi will maximalize FASTABIQUL KHAIRAT together :D
Seiring datangnya ramadhan, acap kali kita menargetkan tilawah dalam ketuntasan membaca novel kehidupan, al-qur'anul kariim.
Maka, jika kita ditanyai oleh seorang guru tanpa membedakan umur dan pengalaman. Kalian tau di langit ada apa? Anak kecilpun dengan yakin menjawab "bintang". Apa yg kau sukai dari langit nak? Kemungkinan besar jawaban masih sama, yaitu "karena ada bintangnya". Begitulah jawaban anak kecil, itu2 saja.
Nah sekarang, giliran kita ditanyai hal sama. Dengan lebih yakin pun kita menjawab "bintang,bulan,matahari,pelangi,meteor,rasi bintang, dsb" Betapa kaffahnya kita menyebutkan komponen langit tersebut. Betapa luasnya langit.
Kini, jika kita memang merasa sudah besar. Bukan hanya badan besar dan umur tua yg menambah. Tetapi, sampai manakah juga kita berpetualang dalam dunia tilawah? Bukankah Al-Qur'an lebih luas dari langit dan seisinya?
Di zaman modern ini, tidak cukup kita memenuhi syarat. Hal ini berlaku bagi apapun. Kita harus melakoninya dan menikmati serta memaksimalkan dan memanfaatkan apa yg sudah di depan mata. Jangan anggap Al-Qur'an sebagai barang biasa, hanya bisa dibaca kemudian mendapatkan pahala dengan kuantitas kualitas itu2 saja.
Jika kurikulum pendidikan Indonesia sering diubah-ubah. Perjalanan sejarahnya mulai tahun 1945-2013. Tiap sekian tahunnya selalu ada perombakan demi perkembangan kurikulum Indonesia.
Dan......sangat disarankan kawan, kita juga mampu merombak kurikulum kita membaca Al-Qur'an. Dengan sejarah TPA, yang menjadi sasaran obyektif dalam pola berkembangnya kemampuan dalam tilawah. Sebenarnya dalam dunia tilawah, kita tidak dituntut agar khatam secepatnya. Tapi, bagaimana kita mendapatkan "feel" indahnya surat cinta Allah. Maka setiap selesai membacanya, sambunglah dengan episode baru. Bacalah artinya dan direnungkan, kemudian lakoni apa yg kamu baca tadi.
Yuuuk mari! Jadilah stalker-Nya melalui surat cinta yang Allah beri untuk kita. Tanpa menikmatinya, kita tidak akan merasakan mahabbah yang begitu luar biasa :))
If to be GREATEST is so far, then BETTER is nearest way for me and for you all sure \(^o^)/
Wassalaamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh....

0 komentar:
Posting Komentar