Jumat, 26 Desember 2014

UNTUKMU, CALON AGEN PERUBAHAN


Tulisan ini saya dedikasikan untuk saudara yang gila perubahan (dalam kebaikan), yang bersemangat dalam menegakkan kebenaran dan yang ingin menjadi agen perubahan.

A.  Mari Menjadi Seorang Muslim Yang Kaya
Kaya yang saya maksudkan disini adalah sebuah arti secara denotasi yaitu kekayaan harta yang sebenarnya. Saya berani berusaha dan berdoa banyak agar Allah perkenankan masa depan seperti ini bagi saya, karena Rasulullah pun berdoa demikian,  Dari Abdullah bin Mas’ud ra. bahwa Rasulullah berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, iffah (menjaga diri dari perkara haram), dan kekayaan.” (HR. Muslim: 4898, At-Tirmidzi: 3411 dan Ibnu Majah: 3822).
            Pernahkah suatu hari Anda berjalan di sebuah pasar, kemudian disana Anda melihat banyak sekali orang jompo yang masih mengurusi sayuran untuk dijual? Lalu tiba-tiba hati Anda terasa miris? Ingin sekali berharap, seandainya mempunyai uang yang banyak, saya pasti bersedia membeli semua dagangan mereka.
Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk menjadi orang kaya, lihatlah begitu banyak para sahabat di sekeliling beliau yang berlomba-lomba menjadi kaya untuk mampu menjadi penderma terbanyak untuk agama.

B.    Para Miliuner di sekitar Rasulullah

Ketika Abu Bakar ra. berkeinginan membebaskan Bilal ra. dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mmematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar ra. langsung menebusnya.

Untuk diketahui 1 uqiyah emas senilai 31,7475 gr gram emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Jika harga 1 dinar emas sekarang adalah sebesar Rp. 2.370.000, berarti dana yang dikelurkan Abu Bakar ra. adalah sebesar Rp. 157.842.000,- (9 x 7,4 x Rp.2.370.000).
 
Para Milyuner di sekitar Rasulullah Beberapa Sahabat Rasulullah, berdasarkan catatan sejarah yang di-indikasikan sebagai Konglomerat, antara lain :
1. Abu Bakar ra. Ibnu Umar ra mengatakan diawal keislaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 Dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 Dirham Perak saat ini adalah Rp. 67.500, itu artinya yang dibayar oleh beliau setara dengan Rp 2,7 Miliar.
2. Umar bin Khaththab ra.
Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar ra. telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan Rp. 284,4 Milyar (dinar) atau Rp. 8,1 Milyar (dirham).
3. Utsman bin Affan ra.
Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan nilai Rp. 3 Milyar, serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas, yang setara dengan Rp. 2,37 Milyar.
Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman ra. masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham (setara dengan Rp. 2,05875 Trilyun) dan 100.000 dinar (setara dengan Rp. 237 Milyar).
4. Abdullah ibnu Mas’ud ra.
Menurut Zurr bin Hubaisy Al-Kufi, Ibnu Mas’ud ra. ketika meninggal dunia mewariskan harta senilai 70.000 dirham, atau saat ini senilai Rp. 4,725 milyar.
5. Sa’ad bin Abi Waqqash ra.
Menurut Aisyah binti Sa’ad, ketika Sa’ad bin Abi Waqqash ra. meninggal dunia, beliau mewariskan 250.000 dirham, atau pada saat ini senilai Rp. 16,875 Milyar.
Masih banyak tokoh lainnya. 



            Mencegah orang lain berbuat mungkar, terkadang juga memerlukan dana yang cukup besar, namun balasannya adalah memperoleh rahmat dari ALLAH.
Allah Ta’ala berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah (9) ayat 71).

Membantu orang yang berjuang di jalan Allah, diperlukan dana yang tidak sedikit, namun balasannya juga sangat luar biasa.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda :
نْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Barangsiapa menyiapkan bekal bagi seorang mujahid di jalan Allah sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa menjaga keluarga yang ditinggalkan seorang mujahid maka sungguh ia telah berjihad” (HR.Muslim : 12/425).

Sebagai penutup:
Seorang muslim diperbolehkan bercita-cita menjadi orang kaya dengan niat untuk memperkuat agamanya.
Jadilah orang kaya yang banyak berkontribusi untuk sesame dan agama ^^
Jadilah pelopor kebaikan lewat hasil keringat kita sendiri^^
Jadilah agen perubahan dalam kemuliaan^^

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan. Apabila terjadi kekeliruan dalam kepenulisan, revisinya saya tunggu hehehe…

Nuun Wal Qolamin Wamaa Yasthuruun. Billaahi fii sabilil haq, fastabiqul khoirot. Wassalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh…

8 komentar:

Unknown mengatakan...

Hehe siap mbak. InsyaAllah siap menjadi agen muslim yg baik dan kaya untuk agama dan kebaikan :)))

Unknown mengatakan...

Amiiin semoga bisa jadi agen muslim yang baik buat agama dan kebaikan :)

Unknown mengatakan...

Aamiin des.. Go action!! ^·^

Unknown mengatakan...

Aamiin sil.. Semangat!! ^·^

Unknown mengatakan...

Postingan yang sangat menarik dan sgt bermanfaat kawan... lanjutkan yaa...

Delfi Dian Utami Putri mengatakan...

aminnnn, semoga bisa menjadi agen perubahan yang baik untuk islam ^^

Unknown mengatakan...

Iyaa kawan kamu juga ya wan :D

Unknown mengatakan...

Aamiin chayooo ;)